Saat terkena flu atau alergi, Anda pasti akan merasa tidak nyaman dengan bagian hidung Anda. Pasalnya, Anda akan sibuk membersihkan cairan hidung atau ingus yang mengalir tanpa henti walaupun sudah dikeluarkan berkali-kali. Sebenarnya, dari mana asalnya ingus? Apakah ingus bisa menjadi pertanda masalah pada tubuh?
Umumnya cairan hidung atau sering
disebut ingus akan muncul setelah orang bersin-bersin. Tapi sebenarnya
seseorang bisa mengidentifikasi apa yang dideritanya melalui cairan ingus yang
keluar.
Ingus merupakan lendir atau cairan yang
dihasilkan oleh kelenjar mukosa yang melapisi saluran pernapasan. Saluran ini
meliputi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tubuh menghasilkan lendir secara
terus menerus, bahkan mencapai satu sampai dua liter lendir setiap harinya.
Lapisan dalam hidung terdiri dari selaput yang mengandung
lendir yang dikeluarkan oleh kelenjar, lendir ini terdiri dari air, antibodi
dan protein. Tugas dari lendir ini adalah membantu menjaga saluran hidung tetap
lembab serta mencegah masuknya debu atau benda asing dari udara.
Menariknya lagi, Anda tidak
sadar bahwa setiap hari Anda menelan ingus saat sedang tidak dalam kondisi flu.
Hal ini terjadi ketika rambut halus pada sel hidung (silia) memindahkan lendir
ke saluran hidung bagian belakang menuju tenggorokan dan menelannya.
Dalam beberapa kasus terjadi peningkatan produksi lendir dan
membuat hidung meler. Jenis lendir atau ingus yang keluar bisa memberikan
petunjuk terhadap penyebab yang mendasarinya, yaitu :
1.
Lendir atau ingus yang encer dan
bening menunjukkan gejala flu pada umumnya atau alergi
2.
Lendir atau ingus yang kental dan
berwarna kekuningan atau kehijauan menunjukkan adanya infeksi bakteri
3.
Lendir encer yang keluar setelah
mengalami cedera kepala bisa mengindikasikan adanya kebocoran cairan dari
cerebrospinal
4.
Lendir yang keluar bersama dengan
darah kemungkinan karena terlalu kencang saat mendorong ingus keluar atau
akibat membran hidung yang mengalami kekeringan
5.
Lendir berwarna hijau yang kental
dan disertai bau busuk atau tak sedap kemungkinan karena adanya benda asing
yang masuk dan menginfeksi hidung.
Namun jangan salah, lendir hidung memiliki peran
penting untuk tubuh Anda, di antaranya :
- Menjaga kelembapan lapisan dalam
hidung agar tidak kering
- Menangkap debu dan partikel lain saat
bernapas
- Melawan infeksi
- Melembapkan udara yang dihirup
sehingga menjadi lebih nyaman saat bernapas
Selain itu ada banyak hal yang bisa
menjadi penyebab munculnya ingus atau lendir berlebih di hidung seperti:
1. Infeksi virus
Infeksi ini bisa disebabkan oleh rhinoviruses dan
adenoviruses yang gejalanya muncul ingus encer dan bening, berkurangnya
kemampuan mencium dan hidung tersumbat. Kondisi ini bisa sembuh dengan
sendirinya kurang dari 10 hari, namun jika virus H1N1 yang menginfeksi maka
butuh pengobatan lebih lanjut.
2. Infeksi bakteri
Infeksi akibat bakteri pada mukosa hidung biasanya terjadi
setelah mengalami infeksi virus, gejala yang muncul sama seperti infeksi virus
tapi disertai dengan bau mulut, batuk dan sakit kepala.
3. Sinus
Jika seseorang memiliki sinus maka ia akan sering pilek dan
pasien akan mengeluh mengalami nyeri di wajah atau antara kedua mata.
4. Ada benda asing yang masuk
hidung
Benda asing yang terjebak di dalam rongga hidung bisa
menyebabkan lendir diproduksi berlebih dan hidung berbau busuk, kondisi ini
terutama dicurigai pada anak-anak.
5. Obat-obatan tertentu
Obat seperti aspirin, beta-blockers, antidepresan,
kontrasepsi oral atau obat yang dipakai untuk mengobati disfungsi ereksi bisa
mengakibatkan keluarnya cairan bening dari hidung.
6. Pengaruh emosi dan makanan
pedas
Lendir atau ingus biasanya turut keluar saat seseorang
menangis akibat ada air mata yang masuk melalui lubang kecil di bagian dalam
kelopak mata menuju hidung. Sedangkan makanan panas dan pedas bisa merangsang
kelenjar lendir untuk meningkatkan sekresi hidung.
Dari mana asal ingus?
Lendir hidung
yang normal memiliki tekstur yang sangat tipis dan encer. Peningkatan produksi
ingus merupakan salah satu cara tubuh merespon zat-zat asing yang masuk ke
dalam tubuh. Pasalnya, ingus berperan sebagai penghalang infeksi dengan cara
membersihkan organ hidung dari partikel-partikel yang menyebabkan peradangan.
Bila selaput
lendir meradang, maka hal ini dapat membuat tekstur lendir menjadi lebih pekat.
Kondisi inilah yang cenderung membuat Anda tak nyaman saat kena flu.
Penyebab peradangan selaput lendir bisa karena infeksi, alergi, iritan, atau
rhinitis vasomotor.
1. Infeksi
Saat Anda demam
atau kedinginan, hidung menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan
virus. Virus flu akan memicu tubuh untuk melepaskan histamin, yaitu bahan kimia
yang memicu peradangan pada selaput hidung. Ini sebabnya produksi lendir
menjadi meningkat dan menebal.
Namun, penebalan
tekstur lendir tidak selalu buruk. Pasalnya, penebalan ini membuat bakteri
menjadi sulit mengendap di lapisan hidung. Hidung berair merupakan cara tubuh
untuk memindahkan bakteri dan zat-zat lain yang tidak dibutuhkan untuk keluar
dari hidung.
2. Alergi
Reaksi alergi
terhadap debu, serbuk sari, jamur, bulu hewan, atau alergen lainnya dapat
menyebabkan peradangan selaput lendir. Sel mast dalam tubuh akan mengeluarkan
histamin yang menyebabkan bersin, gatal, dan hidung tersumbat.
Selanjutnya, hidung akan mengeluarkan ingus secara berlebihan.
3. Iritan (penyebab iritasi)
Berbagai iritan
non-alergen dapat memicu timbulnya peradangan dan memunculkan sensasi pilek
dalam jangka pendek, contohnya saat Anda terkena asap rokok atau
kaporit usai berenang. Mengonsumsi makanan yang sangat pedas juga bisa
menyebabkan peradangan sementara pada membran hidung. Meskipun tidak berbahaya,
hal ini membuat produksi lendir menjadi berlebihan.
4. Rhinitis vasomotor
Pernah mengalami
hidung meler dalam waktu lama? Bisa jadi Anda mengalami rhinitis vasomotor.
Rhinitis vasomotor merupakan kondisi saat pembuluh darah di membran hidung
mengalami pembengkakan sehingga produksi lendir menjadi lebih banyak. Hal ini
dapat dipicu oleh alergi, infeksi, iritasi dari udara, dan masalah kesehatan
lainnya.
5. Menangis
Menangis
merupakan satu-satunya pemicu produksi ingus yang tidak ada kaitannya dengan
infeksi, alergi, atau kondisi medis lainnya. Saat menangis, kelenjar air mata
yang terletak di bawah kelopak mata akan menghasilkan cairan (air mata).
Sebagian air mata
akan mengalir ke luar dan mengalir di pipi. Namun, sebagian akan mengalir ke
saluran air mata yang terletak di sudut mata Anda. Selanjutnya, cairan ini akan
bercampur dengan lendir yang ada di dalam hidung sehingga terdorong keluar
menjadi ingus.
Keluarnya cairan bening dari hidung dapat
timbul karena beberapa hal seperti :
- Reaksi alergi bisa dipicu udara
dingin, debu, serbuk bunga, asap rokok, polusi, bulu hewan,
atau adanya pencetus alergi lain
- Flu atau pilek
- Rhinorrhea atau ingus
- Cedera kepala yang membuat bocornya
cairan cerebrospinal disertai sakit kepala, telinga berdenging,
gangguan penglihatan, leher kaki, mual atau muntah, kejang dan lainnya
diawali adanya trauma kepala
Jika tidak ada gejala lainnya maka perlu tidak perlu
dikhawatirkan. Perhatikan apa yang menjadi pencetusnya. Gunakan masker jika
bepergian keluar ruangan, bersihkan lingkungan tinggal dari alergen pencetus,
cuci atau bilas hidung menggunakan air garam atau larutan saline agar terhindar
dari bakteri yang bisa memicu infeksi atau peradangan hidung. Perbanyak minum
air putih dan juga rutin berolahraga.
Jika keluhan masih sering kali timbul ada baiknya
untuk memeriksakan diri pada dokter ahli telinga hidung dan tenggorokan untuk
menilai apa yang menjadi penyebabnya dan diberikan penanganan yang sesuai.
Semoga bermanfaat.
Apa tanda ingus yang berbahaya?
Sehat atau
tidaknya kondisi tubuh Anda dapat dilihat dari warna ingus. Warna ingus
biasanya cenderung bening dan berair. Jika warna ingus berubah menjadi hijau
atau kuning, ini bisa menjadi pertanda infeksi bakteri sedang berkembang di
dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena sel darah putih yang melawan infeksi
mengandung enzim yang berwarna hijau. Jika dalam jumlah yang besar, maka ini
bisa menyebabkan lendir berubah warna menjadi hijau.
Bila Anda pernah
mengalami perubahan warna lendir hidung menjadi merah atau kecokelatan,
kemungkinan ini disebabkan oleh adanya pembuluh darah hidung yang pecah. Hal
ini dapat terjadi saat lapisan hidung terlalu kering atau terdapat luka
karena gosokan yang terlalu keras.
Meski demikian,
perubahan warna ingus tidak selalu mutlak menandakan adanya infeksi bakteri
dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, segera tanyakan pada dokter untuk diagnosis
yang lebih tepat.

