Betapa tidak, penyakit yang telah banyak korban jiwa di
seluruh dunia hingga 7 Mei 2020 ini telah menimbulkan banyak kekhawatiran di
kalangan masyarakat. Setiap menit, masyarakat selalu disuguhi oleh berita dan
informasi seputar COVID-19, baik melalui TV, media sosial, serta internet.
Anak sehat tentu menjadi idaman setiap orang tua. Definisi
sehat, tidak hanya dilihat dari aspek fisik saja, tapi juga secara rohani
(kesehatan jiwa). Untuk memastikan kondisi anak sehat dan baik, orang tua perlu
mengenal ciri - ciri anak sehat secara jasmani dan rohani.
Beragam
cara dilakukan orang tua untuk membuat buah hatinya menjadi anak sehat. Mulai
dari membawa anak untuk check
up kesehatan rutin ke dokter anak, melengkapi imunisasi, dan
memberikan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Agar masalah kesehatan
dan tumbuh kembangnya dapat dideteksi secepat mungkin, orang tua perlu
mengetahui ciri-ciri Anak yang sehat dari segi fisik dan juga mental.
Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak masyarakat
mengalami gangguan mental di tengah pandemi penyakit yang ditimbulkan oleh
virus novel corona tersebut. Beberapa gangguan mental yang kerap timbul dewasa
ini misalnya mudah terbawa emosi, stres, cemas berlebihan, depresi, dan
sebagainya.
Ciri-ciri Anak Sehat secara Jasmani
Anak sehat secara jasmani berarti anak berada dalam
keadaan fisik yang prima dengan pertumbuhan yang baik. Ciri-ciri anak sehat
secara jasmani, di antaranya :
ü Aktif
melakukan kegiatan fisik
ü Pertumbuhan
yang baik
ü Tampilan
fisik yang sehat
Kecemasan dan gangguan mental ini kemudian akan menimbulkan ketidakseimbangan di otak, yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis, atau disebut juga psikosomatik. Ketika seseorang mengalami gejala psikosomatik, maka ia bisa merasakan gejala seperti penyakit COVID-19, yakni merasa demam, pusing, atau sakit tenggorokan, padahal suhu tubuhnya normal.
Ciri-ciri Anak Sehat secara Rohani
Kesehatan
jasmani anak memang penting, tapi jangan abaikan kesehatan rohaninya. Kesehatan
rohani atau kesehatan mental berkaitan dengan sikap, kepribadian, perkembangan
bahkan kemampuan akademik anak.
Kesehatan
mental merupakan cara anak memandang dirinya sendiri dan lingkungannya.
Hal ini berhubungan dengan kemampuan anak menghadapi stres dan tantangan.
Ciri-ciri
anak sehat secara rohani, di antaranya :
o
Emosi stabil
o
Ceria dan percaya diri
o
Mudah bergaul
o
Mudah belajar
o
Cukup istirahat
Setiap orang perlu menjaga kesehatan mental untuk
menghindari keluhan fisik yang muncul akibat stres. Karena, ketika
seseorang stres, maka sistem imun dalam tubuh akan berkurang. Ini akan
menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit.
Jika Anda
mendapati perubahan fisik pada anak yang menyangkut kesehatan tubuhnya,
segera konsultasikan ke dokter. Begitu pula bila menemukan perubahan mood atau sikap anak
yang berlangsung selama berminggu-minggu.
Ajak
anak untuk menceritakan apa yang dia rasakan dan tunjukkan empati terhadap
keluh kesahnya. Jika Anda merasa butuh bantuan atau tidak mampu menangani
masalah yang dihadapi anak, berkonsultasi ke psikolog atau dokter
mungkin bisa menjadi jalan keluar.
Menyadari bahwa kecemasan akibat COVID-19 telah meliputi banyak masyarakat, maka World Health Organization (WHO) pada Maret 2020 merilis panduan bagi masyarakat untuk sama-sama menjaga kesehatan mental. Caranya ialah dengan melakukan beberapa hal berikut :
- Cobalah berempati
- Kurangi stigma negatif terhadap pasien COVID-19
- Batasi diri dari paparan berita dan media sosial
- Lindungi diri kamu dan keluarga
- Berikan dukungan pada tenaga medis
- Saling tolong - menolong terhadap sesama
Kegiatan positif yang bisa kamu coba untuk menjaga kesehatan mental
Meski ruang beraktivitas kita terbatas, namun kebijakan berkegiatan di rumah memiliki banyak manfaat positif. Pertama, waktu kamu bersama keluarga sangat banyak. Kamu menjadi bisa mengawasi anggota keluarga dalam aktivitas mereka, serta punya banyak quality time dengan mereka. Kedua, kamu tidak perlu buang waktu dan tenaga di jalan untuk ke kantor dan ke sekolah. Kelebihan waktu ini bisa kamu manfaatkan untuk hal-hal lain, seperti melakukan hobi atau bekerja. Kegiatan apa saja yang bisa kamu lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan mental ?
- Lakukan hal kegemaranmu
- Baca berita-berita yang positif
- Coba hal baru
- Tetaplah bersosialisasi dengan orang lain
Kesehatan jasmani dilakukan
dengan menjaga pola makan dan rajin berolahraga. Ini sesuai dengan tiga langkah
Germas. Yakni melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit.
Membiasakan mengonsumi sayur dan buah. Kemudian secara berkala memeriksakan kondisi
kesehatannya.
Sedangkan secara rohani juga
ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, rajin menjalankan ibadah berikut
semua amalan sesuai ajaran agama. Kedua berpikiran positif dan menjauhkan dari
sifat buruk sangka. Dengan berprangka baik menjauhkan seseorang dari pikiran
buruk dan jahat.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa manfaat latihan kebugaran
jasmani yang utama adalah membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Namun,
tahukah kamu bahwa olahraga ini juga dapat menyehatkan kondisi mental?
Pengertian kebugaran jasmani sendiri sebetulnya adalah gerakan yang membutuhkan
kerja otot sehingga tubuh akan membakar kalori. Namun, aktif bergerak bukan
hanya akan melunturkan lemak tubuh, melainkan juga menurunkan risiko depresi
sehingga kualitas hidup juga akan meningkat. Latihan kebugaran jasmani banyak
bentuknya. Kita dapat memilih olahraga yang cocok berdasarkan preferensi dan
kondisi fisik masing-masing. Terdapat setidaknya lima tipe latihan
kebugaran jasmani, yaitu :
1. Latihan stamina atau aerobik : manfaat latihan kebugaran jasmani ini untuk menyehatkan jantung, paru-paru, sistem pernapasan, dan stamina tubuh secara umum. Contoh latihan stamina adalah jalan kaki, jogging, berenang, dan bersepeda.
2. Latihan kekuatan : untuk membentuk atau memperkuat otot, misalnya melakukan angkat berat atau olahraga dengan resistance band.
3.
Latihan keseimbangan :
agar tidak mudah terjatuh, misalnya melakukan olahraga tai chi atau berdiri
dengan satu kaki.
4.
Latihan fleksibilitas :
untuk meregangkan otot agar tetap lentur dan tidak kaku, misalnya yoga.
5. Latihan penyeimbang komposisi tubuh : agar volume otot, tulang, air, dan lemak di dalam tubuh seimbang.