Manusia bukanlah robot sehingga jika kita bekerja
lembur terlalu lama, maka kita bisa mendapatkan stress yang berlebihan. Stress
ini bisa berasal dari tekanan besar pada deadline pekerjaan atau bahkan tingkat
kesulitan pekerjaan yang terus memaksa otak terus berpikir keras. Disamping
faktor beratnya pekerjaan, lingkungan kerja dan juga kurang lancarnya
transportasi dari rumah ke kantor tentu akan menambah beban stress. Adanya
stress ini bisa jadi akan memicu adanya depresi. Sebuah jurnal kesehatan bahkan
pernah merilis penelitian dimana pekerja yang sering lembur dan bekerja sekitar
11 jam per hari mengalami depresi yang jauh lebih besar dari mereka yang
bekerja dengan jam normal.
Disamping masalah kejiwaan dan juga resiko terkena
penyakit berbahaya, pekerja lembur juga dapat mengalami gangguan pada
penglihatan karena menatap layar komputer terlalu lama. Dengan adanya resiko
besar ini, kita tentu beresiko menghadapi berbagai masalah ke depannya jika
sering melakukan kerja lembur. Agaknya kita harus mengiyakan sebuah pedoman
bijak dalam bekerja berupa “kerja lembur tentu akan menghasilkan gaji lebih
besar, namun, uang tersebut juga akan habis untuk merawat kesehatan kita”
Setiap orang tentu memimpikan pekerjaan yang
memberikan nafkah cukup besar bagi keluarga. Hanya saja, kebanyakan dari
masyarakat tanah air justru harus bekerja dengan sangat keras dan bahkan
merelakan waktu mereka dihabiskan untuk bekerja hingga larut malam demi
menghidupi keluarganya. Memang, melakukan kerja lembur dapat memberikan
tambahan pendapatan, namun, bekerja lembur juga dapat memberikan dampak
kesehatan yang buruk di masa depan. Apa sajakah dampak negatif dari melakukan
kerja lembur dalam jangka waktu yang lama?
Kita tentu sering melihat adanya dampak negatif dari
dari bekerja dan duduk dalam jangka waktu yang lama di kantor. Meskipun duduk
adalah posisi yang rileks dan tidak melelahkan, namun duduk hingga berjam-jam
lamanya jelas akan tidak baik bagi kondisi kesehatan tubuh. Tercatat
penyakit-penyakit berbahaya layaknya obesitas, diabetes, atau bahkan serangan
jantung bisa mengintai mereka yang bekerja di kantor terlalu lama. Khusus untuk
adanya resiko terkena serangan jantung, sebuah studi kesehatan bahkan telah
menunjukkan bahwa mereka yang bekerja sekitar 10 jam atau bahkan lebih lama
lagi memiliki resiko mendapatkan penyakit jantung hingga 60 persen.
